Halaman

Selasa, 27 November 2012

Menghangatkan Cinta di Jeju Loveland


Jeju Loveland adalah sebuah taman terbuka yang mulai beroperasi pada tahun 2004. Taman ini adalah sebuah taman tematis yang berfokus pada tema sex. Tapi jangan salah, meskipun taman ini bertema sex, bukan berarti setiap orang dapat mengumbar nafsu birahi di sini. Ada latar belakang tersendiri mengapa taman ini mengambil tema sex.

Setelah Perang Korea berakhir (tahun 1953), Pulau Jeju terkenal sebagai pulau yang tepat untuk berbulan madu bagi pasangan baru Korea. Ini disebabkan oleh suhu pulau ini yang cukup hangat. Banyak pasangan yang menikah, baik karena perjodohan maupun karena keinginan sendiri pergi ke pulau ini. Dan sejak saat itu, pulau ini menjadi pusat dari pembelajaran sex. Pada akhir tahun 1980an, ada sebuah majalah Jerman Der Spegel dan seorang wartawan Simon Winchester yang melaporkan bahwa beberapa hotel di pulau ini, menawarkan program hiburan yang dikemas secara profesional yang menampilkan beberapa bagian erotis dengan tujuan untuk membuat pasangan baru menjadi lebih relax.

Pada tahun 2002, 20 orang seniman lulusan Universitas Hongik, Seoul mulai membuat patung-patung untuk taman yang berukuran dua kali luas lapangan bola ini. Akhirnya pada tanggal 16 November 2004 mereka berhasil menyelesaikan 140 patung dan karya seni lainnya. Pada tanggal inilah Loveland dibuka untuk pertama kalinya.


Di sini, para pengunjung dapat melihat patung-patung yang menggambarkan pasangan yang melakukan hubungan intim dalam tradisi dari beberapa negara yang berbeda. Ada juga patung lingga dalam ukuran raksasa, dua bukit yang menyerupai payudara perempuan, dan berbagai macam patung lainnya yang menggambarkan pasangan yang sedang bercinta. Selain patung, taman ini juga menampilkan foto, alat bantu sex, gambar, dan pajangan-pajangan lain yang intinya dimaksudkan untuk pendidikan sex.

Karena taman ini menunjukkan seksualitas secara vulgar, maka para pengunjung dibatasi untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas. Bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun, ada arena bermain tidak jauh dari tempat itu di mana mereka dapat menghabiskan waktu sambil menunggu orang dewasa yang sedang mengunjungi Loveland.

Taman ini mulai buka pukul 09.00 sampai tengah malam, dan tiket dapat dibeli langsung dari ticket box dengan harga Rp 57.000,00 per orang dewasa (di atas 18 tahun). Sekali lagi kami ingatkan bahwa tempat ini khusus untuk dewasa.

Taman ini hanya berjarak 10 menit perjalanan dari Bandara Internasional Jeju. 

Menelusuri Jejak Islam di Seoul Central Mosque



Penduduk Korea Selatan mayoritas beragama Budha, namun bukan berarti kita tidak dapat menemukan jejak-jejak Islam di negara ini. Temukan atmosfer kehidupan muslim di Seoul Central Mosque yang berada di Itaewon, Seoul, Korea Selatan. Masjid ini adalah masjid pertama dan satu-satunya di Seoul sekaligus masjid terbesar di Korea.

Seoul Central Mosque yang dibuka untuk pertama kalinya pada tanggal 5 Mei 1976 ini tepatnya berada di distrik Yongsan-gu. Selain menjadi pusat agama Islam, masjid ini juga merupakan kebanggaan lebih dari 45 ribu masyarakat Korea asli yang memeluk Islam sejak lama. Masjid ini dalam bahasa Arab bernama Masjid Si’ul Al Markaz, namun petunjuk jalan yang dibuat oleh pemerintah setempat menuliskannya dengan bahasa Inggis yakni Seoul Central Mosque. Arsitekturnya yang khas membuat wisatawan akan dengan mudah mengenali masjid ini. Di pintu utama terdapat tulisan “Allahu Akbar” menggunakan huruf Arab yang cukup besar. Bagi masyarakat setempat dan pemeluk non muslim, masjid ini merupakan titik destinasi wisata karena keindahan arsitekturnya. Apalagi Seoul Central Mosque ini terletak antara Namsan dan Han River.

Bangunan yang terdiri dari 3 lantai ini umumnya memiliki tempat terpisah untuk wanita dan pria. Masjid ini tidak hanya menyediakan tempat untuk sholat berjamaah namun juga terdapat beberapa ruangan lain seperti kantor, ruang kelas, ruang rapat dan ruang konferensi. Bahkan ada penginapan yang sering dipakai para pekerja asing untuk menginap. Perluasan bangunan ini dilakukan pada tahun 1991 setelah pengelola setempat mendapatkan sumbangan dari pemerintah Arab Saudi sebesar 3,5 miliar Won.

Seperti layaknya masjid yang berdiri di negara berpenduduk non-muslim, Anda yang menyempatkan datang akan melihat bahwa masjid ini didatangi oleh orang-orang yang berasal dari latar belakang negara yang berbeda. Seperti Mesir, Libya, Suria, Sudan, Pakistan, Bangladesh, Turki dan tentu saja Indonesia. Mereka pada umumnya adalah para pekerja asing yang mengadu nasib di Korea Selatan. Ada juga penduduk asli keturunan para mualaf yang masuk ke Korea saat Perang Korea. Pada saat bulan Ramadhan, masjid ini akan semakin ramai oleh kegiatan keagamaan dan acara buka serta sahur bersama. Sama seperti di Indonesia, pengelola masjid juga menyediakan hidangan untuk para jamaah. Jadi Anda tak perlu ketakutan kelaparan jika mengunjungji Seoul Central Mosque saat bulan puasa.

Masjid ini juga menjadi jujugan para wisatawan yang ingin menunaikan sholat Jumat. Setiap hari Jumat paling tidak ada 800 jemaah yang melaksanakan sholat. Menyadari bahwa jamaah sholat Jumat di masjid ini berasal dari berbagai negara, maka khutbah Jumat akan diberikan dalam 2 bahasa sekaligus yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris. Nah, Jika Anda datang jauh sebelum sholat Jumat dilaksanakan, Anda bisa berjalan-jalan mengitari kawasan ini yang dipenuhi toko-toko penjual pernik-pernik umat muslim seperti buku, CD dan perangkat sholat yang kebanyakan dijual oleh warga Pakistan. Daerah ini juga menyediakan Iteawon Night Market yang terletak di dekat kawasan masjid. Pasar yang dibuka pada malam hari ini menyediakan berbagai barang, baju dan asesoris seperti kaus kaki, anting-anting, gelang, kalung dan beberapa fashion item lainnya.

Uniknya, lokasi Seoul Central Mosque ini berada di dekat basis militer AS di Korea Selatan. Jadi jangan heran jika Anda akan melihat sekelompok tentara Amerika hilir mudik di kawasan ini.

Untuk sampai ke Seoul Central Mosque ini Anda bisa menumpang subway jalur 6 melalui Seoul Subway dan turun di Stasiun Itaweon pintu exit nomor 3. Turun dari stasiun Anda akan menemukan Fire Station Itaewon berbeloklah ke kanan. Jika sampai di persimpangan belok kiri dan berjalanlah sekitar 200 meter. Bagi wisatawan yang masih ingin melihat geliat kehidupan muslim disini, Anda bisa menginap di hotel-hotel yang ada di Itaewon seperti Hamilton Hotel Itaewon, Grand Hyatt Hotel atau Capital Itaewon Hotel. Setelah itu, Anda juga bisa menikmati destinasi wisata lainnya di Seoul yakni Whanki Museum, makan di Restoran Seokparang atau menjelajahi Seoul Forest yang mengagumkan.

10 Wisata Drama dan Film Korea yang Layak Dikunjungi


Korean Wave benar-benar sudah menjadi demam tersendiri bagi kalangan muda, tak terkecuali Indonesia. Nah, jika Anda memang pecinta sejati drama dan film Korea, 10 destinasi ini harus Anda kunjungi karena tempat-tempat ini menjadi tempat syuting beberapa drama Korea sekaligus ikon tayangan tersebut.

1. Hapcheon Image Theme Park

Siapa yang tak tahu film terkenal yang melambungkan nama Won Bin sebagai salah satu idola wanita Korea. Ya, film epik berjudul “Taekgukgi : Brotherhood of War” yang berlatarbelakang kondisi Korea pada tahun 1950 ini mengambil setting di Hapcheon Image Theme Park mempunyai luas 231.404 meter persegi dan terletak di Gahori, Yongju-myeon. Lokasi ini dimiliki oleh 2 perusahaan besar Korea Selatan yakni KBS dan MBC. Dengan mengunjungi tempat ini, kita akan tahu bahwa para awak film tersebut memang bersungguh-sungguh memanfaatkan aneka ornamen agar kondisi studio mirip dengan setting film yang diinginkan. Menariknya, Hapcheon Image Park ini tidak hanya sebuah lokasi syuting namun juga membantu kita belajar tentang sejarah Korea Selatan dan Korea Utara.

 2. Myeong-dong Cathedral

Myeong-dong Cathedral adalah gereja umat Katholik Roma pertama di Korea Selatan. Daya tarik utama dari tempat ini adalah arsitekturnya yang indah dan strukturnya yang gothic. Tak heran jika ada beberapa serial Korea yang memakai Myeong-dong Cathedral yang  berada di Seoul ini sebagai tempat syuting. Tercatat drama tv “You Are Beatiful” menggunakan katedral untuk memperindah adegan antara Park Shin Hye yang berperan sebagai Go Minam dan Jang Geun Seok yang berperan sebai Hwang Tae Hyeong.





 3. Sungai Cheonggyecheon

Nama sungai Cheonggyecheon yang terletak di Seoul ini mungkin bukanlah nama yang mudah dilafalkan oleh lidah kita, namun begitu keberadaanya berhasil memberikan nuansa lain di tengah kepadatan kota. Sungai yang dulunya kotor ini sekarang menjadi sudut yang menyenangkan bagi warga setempat dan wisatawan. Tak heran jika dalam film Jeon Woo Chi yang dibintangi aktor Kang Dong Won serta Im Soo Jeong menjadikan sungai ini sebagai lokasi syuting untuk beberapa scene.  Anda pun jangan lewatkan Sungai Cheonggyecheon untuk sekedar bersantai atau melihat pertunjukan candlelight fountain yang menarik di malam hari.

 4. Sangyukwan University

Sangyukwan University adalah kampus beraliran konfusianisme yang berdiri sejak tahun 1938. Nama kampus ini ikut merangkak naik dan semakin dikenal publik luar Korea saat booming sering Sangkyukwan Scandal. Tidak hanya itu, kampus ini ternyata menjadi tempat menimba ilmu beberapa artis Korea Selatan seperti Ji Hyun Woo (Becomming Billionare), Song Joong Ki, Moon Geung Young dan Go Hye Sun yang membintangi “God of Study”. Bangunan Sangkyukwan University berada di dua lokasi sekaligus. Jurusan Ilmu Kemanusiaan dan Sosial terletak di Myeongnyun Dong, Jongno-gu, di pusat Seoul. Sedangkan jurusan Ilmu Pengetahuan di Cheoncheon Dong, Jangan Gu, Suwon.

 5. Full House

Salah satu daya tarik Full House selain dari segi cerita adalah ornamen syuting yang memesona. Mulai dari model pakaian hingga rumah “Full House” yang dalam cerita itu dihuni oleh pasangan Yeong Jae (diperankan oleh Rain) dan Ji Eun (diperankan oleh Son Hye-kyo). Di Korea, rumah Full House ini lantas menjadi ramai dibicarakan sejalan dengan boomingnya serial tersebut. Kini, rumah dengan gaya minimalis modern tersebut menjadi salah satu tujuan wisata yang layak Anda kunjungi jika bepergian ke Korea. Rumah ini berada di bibir pantai Incheon ini sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

 6. N Seoul Tower

N Seoul Tower adalah salah satu landmark kota Seoul yang terletak di puncak gunung Namsan. Disinilah tempat syuting beberapa scene Boys Before Flower dan Princess Hours. Menara yang dibangun sejak tahun 1969 di dalamnya terdapat Teddy Bear Museum yang menjadi tempat syuting Princess Hours saat adegan Chae-gyeong berjalan bersama nenek sang calon raja Lee Shin. Nah, jangan lewatkan N Seoul Tower sebagai salah satu destinasi Anda ya.


7. Nami Island

Bagi penyuka seria Winter Sonata yang romantis, pemandangan Nami Island tentu sudah tidak asing lagi. Berada di Chuncheon, Gangwon-do, tempat ini memang sangat indah dan memesona. Jajaran pohon yang rapi baik saat sedang meranggas maupun saat musim semi sama-sama memberikan nuansa keindahan. Belum lagi pepohonan lain yang tidak hanya memberikan pemandangan hijau, tapi juga kuning dan merah. Di pulau ini kita bisa melihat langsung dimana saja Choi Ji-woo dan Bae Yong Joon saling memadu kasih.

 8. Banpo Bridge

Banpo Bridge adalah jembatan yang menghubungkan Seocho dan Yungsan, membelah sungai Han di pusat Kota Seoul. Yang menarik samping kanan dan kiri jembatan nan kokoh ini memancarkan air yang juga bersumber dari Sungai Han. Oleh pemerintah setempat, air mancur ini diperindah dengan cahaya warna-warni LED. Sehingga jika dari kejauhan Anda melihatnya, air mancur itu akan memancarkan beraneka warna, seperti merah, kuning dan biru. Ada sekitar 190 ton air yang berhasil dipancarkan air mancur melalui 9.380 lubang dalam setiap menitnya di sepanjang sisi kanan dan kiri jembatan. Nah, karena keindahannya inilah maka jembatan ini sering digunakan untuk syuting video klip dan drama serta film Korea seperti Super Junior dan serial Boys Before Flower.

 9. Lotte World

Bagi penggemar serial Boys Before Flower tentu sudah tidak asing lagi dengan taman bermain indoor terbesar di dunia ini. Syuting serial Boys Before Flower yang berlangsung di Lotte Hotel World saat Ji-Hoo (Kim Hyun-Joong) mengadakan pesta selamat datang untuk kekasihnya. Serial Stairway to Heaven juga memilih arena ice skating Lotte World sebagai lokasi pengambilan gambar. Oya, Anda tidak akan rugi berada di sini, karena aneka wahana permainan bisa dipilih sesuka hati untuk Anda dan keluarga coba. Lotte World terletak di jantung kota Seoul tepatnya di Seoul-si Songpa-gu Jamsil-dong 40-1 sebelah selatan Han River.

 10. Myeongdong

Surga belanja Korea Selatan adalah kawasan Myeongdong. Kini, tempat ini tidak hanya menjadi jujugan destinasi wisata belanja namun juga sering menjadi lokasi syuting dua serial drama terkenal yakni Princess Hours dan Boys Before Flowers. Disinilah Lee Shin dan Chae-gyeong berciuman dalam salah satu episode Princess Hours. Sedangkan Boys Before Flower menjadikan restoran The Farmer’s Table di kawasan Myeongdong menjadi lokasi pengambilan beberapa gambar.

Odeng, Jajanan Khas Korea yang Lezat



Jangan remehkan jajanan yang satu ini. Odeng adalah jajanan khas Korea yang hanya dengan 2 kata kita bisa menelan liur karena ingin merasakannya. Odeng? Enak dan murah!.

Odeng adalah makanan yang paling sering kita temui di Korea Selatan. Di toko-toko makanan, supermaket, kedai pinggir jalan, restoran hingga hotel berbintang. Pada dasarnya odeng adalah ikan yang biasanya direbus dan cara memakannya dengan menggunakan kaldu kuah panas. Itu kenapa Odeng sangat cocok untuk dimakan pada saat musim dingin tiba karena bisa menghangatkan tubuh. Biasanya Odeng disajikan dengan menusuk ikan-ikan itu dalam sebuah tusuk sate. Selain menggunakan kaldu, Odeng juga bisa dimakan dengan saus, khususnya saus kedelai.

Jika Anda ke Korea, paling tidak kita akan menemui 3 jenis Odeng. Yang pertama adalah Odeng yang dimakan dengan menggunakan kaldu. Kaldunya berasal dari racikan lobak, daun bawang dicampur dengan kepiting dan rumput laut untuk menambah rasa. Di warung-warung tenda pinggir jalan, Anda bisa makan Odeng dengan kaldu sepuasnya. Biasanya ada yang makan Odeng tidak dengan kaldu namun dengan sus merah yang pedas. Jenis Odeng yang kedua adalah Odeng yang disajikan dengan saus mustard dan saus tomat. Jenis yang ketiga disebut dengan Odeng Tang atau Eomuk Guk. Disini, ikan disajikan dalam mangkuk kaldu dengan cabai dan bawang serta kedelai. Ya, warna dan sajian Odeng memang bervarisi tergantung dimana Anda membelinya. Setiap warung dan restoran di Korea Selatan mempunyai racikan sendiri untuk menambah rasa lezat pada Odeng. Ada yang menambah sayuran, paprika, daun wijen dan lain-lain.

Kota yang terkenal dengan Odeng yang lezat adalah Busan. Disinilah Odeng pertama kali dipopulerkan yakni selama pendudukan Jepang di Busan. Restoran di Busan yang menjual Odeng adalah Busan’s Renowned Hoe House. Di tempat ini Anda bisa mencicipi Odeng Tang yang sudah disajikan sejak tahun 1968. Kaldu Odeng dibuat dari 15 bahan yang berbeda sehingga memberikan rasa yang berbeda juga. Restoran ini tepatnya berda di Sujeong-dong, buka dari siang hingga malam dan tutup setiap hari Minggu pada minggu pertama dan ketiga. Restoran yang kedua adalah Miso Odeng yang juga terletak di Busan. Meskipun baru dibuka pada tahun 2007, restoran ini memiliki banyak pelanggan. Ada beberapa pilihan Odeng di restoran ini seperti Odeng Jamur dan Odeng Cumi-Cumi. Jika Anda ingin mendapatkan pilihan odeng yang berbeda, datanglah ke Restoran Home Sweet Home di Seoul. Disini Anda akan diberikan menu lebih dari selusin jenis Odeng.

Menariknya, Odeng ini terdiri dari ikan-ikan kecil yang jika dijual di pasaran tidak akan laku. Nah, dengan adanya Odeng, maka ikan-ikan kecil tersebut tidak dilemparkan lagi ke laut namun bisa berubah menjadi makanan yang punya nilai jual. Di jalanan kota Seoul saat malam, kita bisa melihat warung-warung Odeng ramai didatangi pembeli dari berbagai kalangan. Oya, penjual Odeng biasanya tidak mengijinkan pembelinya membuang tusuk Odeng. Tapi yang pasti, berapa jumlah Odeng yang Anda makan salah satunya terlihat dari jumlah tusuk Odeng yang sudah kosong. Satu tusuk Odeng biasanya berharga 500 Won. Murah meriah kan.

Selain Odeng, Anda juga harus merasakan makan khas Korea lainnya yakni Kimchi, Bibimbap dan Gimbap. Semua enak dan ramah dengan perut orang Indonesia. Wisata kuliner di Korea Selatan belum lengkap jika tidak diselingin dengan wisata belanja, Anda bisa memborong oleh-oleh untuk kerabat di I’Park Mall, Sinchon, atau Rodeo Street. Sedangkan penginapan di Seoul yang bisa Anda pilih adalah Vabien Suite2 Residence, Fraser Place Central Seoul Residence atau Ramada Hotel & Suites Seoul Namdaemun. Selamat mengisi perut dan tas belanjaan!

Jeju, Pulau di Selatan Korea yang Siap Menjamu Anda



Jeju terletak di bagian selatan Korea Selatan. Jeju, yang juga sering disebut sebagai Cheju, adalah surga bagi mereka yang sedang berbulan madu. Pulau ini berada di lepas pantai dari pulau utama Korea Selatan; namun seperti halnya Korea Selatan, Jeju juga masih menyimpan keramah-tamahan modern dan dilengkapi dengan layanan bandara internasional dengan penerbangan reguler dari berbagai daerah di Jepang, Shanghai, dan pulau utama Korea Selatan, sehingga membutnya tetap terhubung dengan seluruh dunia. Satu keuntungan utamayang dimilikinya dibandingkan dengan tujuan-tujuan wisata lainnya di Korea adalah iklim sub-tropis yang dimilikinya. Bagian utara pulau ini dan dataran tingginya terkadang dapat mengalami salju tipis di musim dingin sementara di bagian selatan para petani dapat menanam jeruk.

Di Jeju, Anda dapat menemukan tempat-tempat menarik seperti kuil, museum, restaurant, tempat belanja, tempat-tempat untuk travelling dan menikmati petualangan, dan wilayah-wilayah lain yang belum terjelajahi. Udara di pulau ini terasa menyenangkan karena iklim sub tropis yang ada di sana tidak begitu ekstrim sehingga membuat Anda dapat berkeliling ke semua tempat hampir sepanjang tahun.

Objek-objek wisata yang ada di pulau ini menawarkan kesenangan bagi para pelancong untuk memanjakan diri sendiri. Pemandangan alam yang luar biasa indah – mulai dari pantai, air terjun dan puncak tertinggi – adalah daya tarik utama dari pulau ini. Dari Halla-San (puncak gunung tertinggi di Korea Selatan), Anda dapat menikmati pemandangan yang sangat menakjubkan saat matahari terbit dan tenggelam. Jika Anda besemangat untuk ber hiking, ada cukup banyak area untuk trekking yang dapat Anda nikmati. Jalur yang menantang dengan pemandangan yang menyegarkan mata di kanan kiri Anda, dengan udaranya yang segar, tidak terlalu dingin dan tidak pula terlalu panas akan memanjakan perjalanan Anda.



Pengalaman berpetualang Anda akan digenapi dengan makanan-makan lezat yang ditawarkan oleh restauran-restauran dan warung-warung di pulau ini. Masakan Jeju disebut-sebut terus berkembang selama ratusan tahun akibat pengaruh dari Jepang dan juga Cina. Perpaduan masakan Korea – Jepang dan Korea – Cina ini menghasilkan masakan-masakan dengan rasa baru yang akan menggugah selera Anda kapanpun Anda mencobanya.

Pulau ini juga mempunyai sejarah yang menarik. Tempat-tempat bersejarah di sana akan banyak berceritera kepada Anda tentang masa lalunya ketika Anda mengunjunginya. Anda akan dibawa ke masa lalu ketika Anda mengunjungi tempat-tempat tersebut. Di sana Anda dapat berjalan-jalan sambil belajar dari sejarah.

Belanja Murah Meriah di Nangdaemun Market



Bagi sebagian orang, kenikmatan berbelanja di pasar tak tertandingi bahkan jika dibandingkan dengan mall sekalipun. Jika Anda menjadi bagian dari orang-orang yang setuju dengan pendapat ini, mampirlah ke Nangdaemun Market, Seoul yang merupakan pasar tradisional terbesar di Korea Selatan.

Sebagian besar toko yang ada di Namdaemun Market memang mempunyai pabrik sendiri yang memproduksi barang-barang yang kemudian dijual di toko mereka. Pasar ini diklaim menjual barang dengan harga lebih murah daripada tempat lain. Salah satu sebabnya karena mereka melayani pembelian dalam partai besar alias grosir. Walaupun demikian, bagi Anda yang ingin beli eceran tetap akan terlayani. Nah, jika Anda ingin berbelanja pakaian anak-anak seperti t-shirt, baju, sepatu atau kaus kaku dengan harga murah, pasar ini adalah pilihan yang tepat. Begitu juga dengan pakaian wanita. Nangdaemun Market menyediakan pakaian untuk kawula muda maupun orang tua dengan aneka desain. Bagi yang menyukai barang-barang elektronik, pasar juga menyediakannya bahkan dengan merek-merek impor.  Bagi para ibu rumah tangga, Namdaemun Market adalah surga karena mereka bisa memilih aneka peralatan dapur, hingga tembikar atau gerabah. Tidak itu saja, pasar ini juga menyediakan ratusan optik dengan berbagai pilihan kacamata dengan harga murah dan model beragam. Kebanyakan turis yang datang ke Korea Selatan tidak hanya melancong di Seoul saja namun juga ke beberapa destinasi yang lain. Pasar ini juga menyediakan kebutuhan Anda akan peralatan liburan seperti ransel, sepatu gunung, alat memancing, perlengkapan ski dan lain-lain. Nah, hampir  tidak ada yang tak ada di pasar ini. Ya, Namdaemun Market menaungi 10.172 toko yang menyediakan aneka barang di lahan seluas 10 hektar. Fantastis.

Uniknya, wisatawan yang berkunjung ke pasar ini tidak semuanya punya tujuan yang sama. Wisatawan Jepang, lebih suka ke Namdaemun Market untuk membeli rumput laut dan ginseng. Sedangkan turis-turis dari China lebih suka belanja pakaian. Beda lagi dengan tingkah laku wisatawan dari barat yang mengunjungi pasar ini semata-mata karena tertarik dengan suasana tradisional yang jarang mereka temui di negara asalnya. Sadar menjadi jujugan wisatawan asing, penjual di Namdaemun Market sudah terlatih untuk berkomunikasi dengan para pelancong dengan menggunakan bahasa Inggris dan Jepang. Itulah mengapa, pasar ini juga menyediakan money changer gelap alias tidak resmi. Berhati-hatilah jika terpaksa harus menukar uang Anda dengan Won di tempat ini agar tidak tertipu.

Namdaemun Market bukanlah pasar baru. Ia sudah ada sejak tahun 1964 dan tetap menjadi pusat grosir terbesar hingga kini. Buka mulai jam 03.00 hingga 23.00 pasar ini selalu penuh sesak  pengunjung dan penjual yang sama-sama membludaknya. Sediakan waktu luang yang cukup banyak agar bisa leluasa memilih barang. Tidak ada salahnya untuk mendaftar dulu keperluan apa yang akan Anda beli agar tidak ada yang kelupaan. Khusus untuk hari Minggu, Namdaemun Market tutup. Untuk mencapai tempat ini, Anda cukup naik subway jalur 4 menuju Hoehyeon Station dan keluar melalui pintu exit nomor 5. Pasar ini juga bisa dicapai dengan bus. Beberapa pilihan tempat belanja murah lainnya di Seoul adalah Myeondong, Dongdaemun Market dan toko-toko di kawasan Sinchon.  Selama liburan di Seoul, Anda bisa menginap di Shilla Hotel, Uljiro Co-op Residenceatau Koreana Hotel.

Jumat, 23 November 2012

Sayuran Yang Bisa Bantu Kurangi Jerawat



Wolipop - Sayuran tidak hanya kaya akan serat yang melancarkan saluran pencernaan. Ada beberapa jenis sayuran yang dipercaya mampu membasmi jerawat membandel. Sayuran-sayuran ini bisa dijadikan bahan utama untuk membuat masker alami.

Jika digunakan secara rutin minimal seminggu sekali, wajah Anda pun bisa terbebas dari jerawat. Apa saja jenis sayuran tersebut dan bagaimana cara membuat maskernya? Intip caranya, seperti dikutip dari Become Gorgeous:

Ketimun
Ketimun punya efek menenangkan pada kulit sekaligus melindunginya dari masalah kulit, terutama jerawat. Blender 1/2 potong ketimun bersama 1 butir putih telur dan 1 sendok makan jus lemon. Setelah teksturnya halus, oleskan secara merata pada wajah yang telah dibersihkan. Kemudian diamkan selama 15-20 menit, bilas dengan air hangat.

Wortel
Wortel kaya akan kandungan vitamin A yang tidak hanya baik untuk mata tapi juga kulit. Masker wortel bisa meredakan peradangan pada jerawat sekaligus menghilangkannya.

Untuk membuatnya, siapkan 2-3 buah wortel dan 3-4 sendok teh madu. Rebus wortel hingga matang, angkat, tunggu sampai dingin. Lalu hancurkan menggunakan garpu hingga halus. Tuangkan madu perlahan-lahan sambil diaduk hingga membentuk seperti pasta. Tempelkan masker ke seluruh wajah, diamkan lebih kurang 15-20 menit, kemudian bilas dengan air hangat.

Labu Kuning
Labu kuning kaya akan anti oksidan yang sempurna untuk menyembuhkan jerawat serta membersihkan kotoran dan residu dari permukaan kulit dan pori. Untuk membuat ramuan pembasmi jerawat, campurkan 4-5 sendok makan labu kuning yang sudah dihaluskan bersama putih telur. Anda bisa menambahkan sedikit susu segar jika masker terasa terlalu kental. Setelah mendapatkan tekstur yang diinginkan, gunakan masker ke seluruh wajah, biarkan 15-20 menit, kemudian bilas dengan air dingin.

(wl/ls)